Teks Laporan Hasil Observasi
A. Pengertian dan Tujuan Teks Laporan Hasil Observasi
Teks Laporan Hasil Observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum mengenai sesuatu yang didasarkan pada hasil kegiatan observasi atau pengamatan. Kegiatan Observasi merupakan kegiatan pengumpulan data atau informasi melalui pengamatan langsung atau peninjauan secara cermat di lapangan atau lokasi pengamatan. Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang tingkah laku, keadaan, kondisi, dan situasi dari objek yang diteliti. Kemudian, peneliti mencatat setiap kegiatan yang diamati.
Pada saat melakukan kegiatan observasi seorang pengamat perlu memperhatikan hal-hal berikut:
- Menguasai topik permasalahan yang akan diobservasi.
- Memahami secara jelas tujuan observasi.
- Membatasi permasalahan observasi.
- Mencatat setiap permasalahan dengan berurutan, terperinci, dan terarah.
B. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Struktur teks laporan hasil observasi ada dua, yaitu:
- Pernyataan umum / Klasifikasi
Pernyataan umum / Klasifikasi merupakan bagian pembukaan yang menjelaskan tentang penggolongan atau klasifikasi tentang objek apa yang akan dilaporkan, seperti: tumbuhan, hewan, lingkungan hidup, benda, dan lain-lain. Lalu, objek akan diklasifikasi lagi berdasarkan atas persamaan atau perbedaannya.
- Deretan Penjelas / Aspek yang dilaporkan
Deretan Penjelas / Aspek yang dilaporkan ini berisi tentang penjelasan secara rinci mengenai informasi yang akan disampaikan berdasarkan hasil observasi atau pengamatan. Hasil dari klasifikasi akan diuraikan secara rinci dari kelas yang besar sampai kelas yang kecil.
C. Kaidah Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
1. Nomina (Kata Benda)Kata yang berisi jenis benda seperti meja, kursi, dll.
2. Verba (Kata Kerja)Kata yang tergolong dalam bentuk kerja atau melakukan sesuatu, seperti membaca, mendengar dll.
3. Frasa Nomina (Kelompok Kata Benda) Kelompok kata benda yang dibentuk dengan memperluas sebuah kata benda, seperti Buah-Buahan, Air Putih, Kemasannya, dsb.
4. Frasa Verba (Kelompok Kata Kerja) Kelompok kata kerja yang dibentuk untuk memperluas sebuah kata kerja, seperti Sudah makan, Sedang mengadakan, Dapat dibuat, dsb.
5. Konjungsi (Kata Penghubung) Konjungsi adalah kata atau ungkapan kata penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. Konjungsi memiliki banyak jenis. Konjungsi disebut juga dengan kata penghubung. Contohnya: dan, atau, tetapi, adalah, sedangkan, dll.
6. Kalimat Simpleks Kalimat simpleks disebut juga dengan kalimat tunggal. Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu struktur dengan satu verba utama atau kalimat yang terdiri atas satu subjek dan satu predikat. Contohnya:
Minuman yang diproduksi secara massal di Pabrik.S/N P/FV O/FN KET
7. Kalimat Kompleks Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri atas dua struktur atau lebih dengan dua verba atau lebih. Kalimat kompleks juga bisa diartikan sebagai kalimat yang telah mengalami perluasan, baik itu berupa penambahan fungsi keterangan ataupun dengan perluasan pada fungsi-fungsinya. Contohnya:
Minuman yang berkhasiat bagi tubuh dapat dibuat sendiri.
S/N P/FV O/FN P/FV O/ND. Ciri-Ciri Teks Laporan Hasil Observasi
- Harus mengandung fakta
- Bersifat objektif
- Harus ditulis sempurna dan lengkap
- Tidak memasukkan hal-hal yang menyimpang, mengandung prasangka atau pemihakan
- Disajikan secara menarik, baik dalam hal tata bahasa yang jelas, isinya berbobot, maupun susunan yang logis.
- Pada umumnya, teks laporan hasil observasi memiliki bentuk yang hampir sama dengan teks deskripsi tetapi sebenarya sifat kedua teks tersebut berbeda. Teks laporan menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta apa adanya tanpa ada opini /pendapat penulis. Sedangkan teks deskripsi menggambarkan secara khusus (unik dan individual) dan menggambarkan sesuai dengan sudut pandang penulis.
SEKIAN & TERIMAKASIH